Article

  • Follow Us

Seminar “Deteksi Dini Permasalahan Anak “

Date: April 20, 2015 Author: hetiastuti Categories: Article, News

Anak sehat dan cerdas menjadi dambaan kita semua. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerjasama antara guru dan orangtua. Selain guru sebagai pendidik di sekolah, orangtua di rumah juga memiliki peran yang besar dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik, pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Oleh sebab itu, guru dan orangtua perlu saling bertukar informasi mengenai keadaan anak, bahkan belajar bersama untuk menyamakan persepsi tentang tumbuh kembang anak. Salah satu strategi agar guru dan orangtua memiliki persepsi yang sama tentang tumbuh kembang anak yaitu lewat pertemuan dan seminar yang diadakan di sekolah.

Setiap tahun TK Kristen 11 PENABUR memiliki program yang bertujuan untuk meningkatan pelayanan sekolah kepada orangtua melalui seminar . Seminar dilaksanakan 2 kali/ tahun ajaran dengan tema yang berbeda. Tema-tema yang sudah pernah diangkat untuk tema seminar diantaranya : Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, Psikologi Anak, Kesehatan dan Gizi Anak, Permasalahan Anak Usia Dini.
Pada semester 2 Tahun ajaran 2014 -2015 di Term ke 3 seminar dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2015 dengan tema “ Deteksi Dini Permasalahan Anak” oleh : Ibu Dra. Megawati Manting (Kepala TKK 3 PENABUR) yang bertempat di GKI Surya Utama.

Pokok pembahasan dalam seminar tersebut adalah :
• Permasalahan anak usia dini, seperti :
 Masalah tumbuh kembang
 Masalah sosial emosional
• Masalah belajar, seperti :
 Jenis dan ciri-ciri masalah belajar
 Cara penanganan anak berkesulitan belajar
Pembahasan :
Anak dikatakan tumbuh ketika bertambahnya ukuran fisik dapat dilihat secara kuantitatif yaitu bertambah tinggi badannya, bertambah berat badannya dan bertambah lingkar kepalanya.
Anak berkembang ketika mengalami perubahan secara kualitatif yaitu bertambah kemampuannya, struktur dan fungsi tubuh, serta berkembang dalam bahasa, kognitif, motorik halus dan motorik kasar.
Tips untuk keterlambatan perkembangan :
• Prosedur dan rutinitas yang sama.
• Manipulasi : anak lebih cepat belajar dengan sesuatu yang dapat dipegang langsung.
• Menentukan strategi belajar yang tepat.
• Biarkan anak mendiskusikan perasaannya.
• Tentukan target yang harus dicapai.
Tips untuk keterlambatan bicara
• Observasi hal yang membuat anak tertarik.
• Ciptakan lingkungan yang mendukung.
• Atur tempat duduk, lakukan kontak mata.
• Bicara sederhana, perlahan dan jelas.
• Gunakan bantuan visual.
• Berikan arahan yang jelas dan terstruktur.
• Biasakan mengulang apa yang dikatakan.
• Berkolaborasi dengan fisioterapis.
Bentuk Emosi Anak:
 Kasih sayang dan kepercayaan
 Senang
 Sedih
 Ingin tahu
 Marah
 Takut (malu, kuatir, cemas)
 Cemburu, iri hati
Kesulitan Belajar
• Learning Disorder
• Learning Disfunction
• Under achiever
• Slow learner
• Learning Disability

Apa yang dimaksud dengan kesulitan belajar?
Kesulitan Belajar menunjuk pada sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan nyata dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam matematika. Gangguan tersebut intrinsik dan diduga disebabkan oleh adanya disfungsi sistem syaraf pusat.
(The National Joint Committee Learning Disabilities)

Kesulitan belajar pra akademik, terdiri dari :
1. Gangguan Motorik Persepsi (Dispraksia)
a. Dispraksia Ideomotoris
b. Dispraksia Ideasional
c. Dispraksia Konstruksional
d. Dispraksia Oral
2. Kesulitan Belajar Kognitif
3. Gangguan Perkembangan Bahasa
a. Difasia Reseptif
b . Difasia Ekspresif
4. Kesulitan dalam Perilaku Sosial

Kesulitan belajar akademik
1. Dyslexia
2. Dysgraphia
3. Dyscalculia
Dyslexia
 Kesulitan menghubungkan huruf dengan bunyi
 Pembalikan posisi huruf
 Kesulitan membentuk suku kata
 Kesulitan mengenal kelompok huruf
 Kekacauan dalam mengeja
 Keraguan mengucap kata
 Kurang memahami arti kata
 Kurang memahami arti kalimat
 Sulit mengingat isi kalimat
Menangani Dyslexia :
 Kesiapan membaca.
 Memperkenalkan anak pada simbol
 Memperkenalkan kata satu persatu
 Memperkenalkan kata dengan kartu, warna dan gambar
 Beralih ke huruf/kata berikut bila anak sudah sangat menguasainya
 Menunjuk dengan jari kata yang kalimat yang dibaca
Dysgraphia
 Sulit memegang alat tulis
 Bentuk huruf tidak konsisten
 Ukuran huruf tidak proposional
 Sering menulis keluar garis
 Banyak huruf yang hilang
 Penulisan huruf/angka terbalik
 Kesalahan dalam formasi huruf/angka
 Memerlukan waktu yang lama untuk menyalin
Menangani Dysgraphia :
1. Kesiapan belajar menulis
2. Perhatikan postur, posisi tubuh, siku, cara memegang pensil, & posisi kertas saat menulis
3. Mulai dengan memakai kertas gambar kosong
4. Gunakan pensil bertekstur dengan ukuran yang sesuai
5. Perpanjang waktu
6. Menulis huruf cetak
7. Pendekatan Multisensory
8. Model Berangsur : mulai dengan huruf yang mudah baru yang sukar
9. Ijinkan anak memakai perekam suara
10. Perkenalkan keyboard sejak awal
11. Lakukan pengajaran dan test/ujian dengan cara lisan

Dyscalculia
 Sering salah membilang urut
 Sulit membedakan angka yang mirip
 Sulit menghubungkan jumlah dan lambang bilangan
 Sulit membedakan bentuk geometri
 Tidak menguasai pengukuran, pengelompokkan dan pola.
Menangani Dyscalculia :
1. Pengajaran tentang konsep :
a. Konkrit konsep
b. Semi konkrit konsep
c. Abstrak konsep
2. Pengajaran tentang prosedur (operasi hitung) :
a. Konkrit
b. Semi konkrit
c. Abstrak
3. Pengajaran keterampilan berhitung dan pemecahan masalah dengan dramatisasi.

Penanganan yang lain :
Pengajaran Remedial
Secara individual dengan satu tutor/guru
 Mengajarkan jalan pintas atau ‘trick’
 Mencari dan menemukan ‘jalan’ lain untuk memecahkan masalah misal dengan coding, lagu dsb
 Berlatih mengunakan kedua belahan otak (Shuang Guan Qi Xia)
 Dapat dilakukan bersamaan dengan Psychotherapy untuk menangani masalah emosional dan tingkah laku anak, seperti :
 Pemalu
 Membisu
 Putus asa
 Kemarahan
 Kebingungan
 Ketakutan
 Kesedihan
 Perasaan tertekan
Peran Orang tua dan Guru
• Menerima dan memahami keadaan anak
• Membangun sikap positif
• Tidak putus asa, cerdik mencari peluang dan jalan keluar
• Membangun komunikasi
• Melakukan pendampingan
• Mengembangkan bakat lain yang dimiliki anak
Demikian sedikit informasi yang dapat kami berikan dalam acara seminar orangtua, semoga informasi ini berguna untuk kita semua dalam mendampingi anak . Sampai jumpa lagi pada seminar lain agar anak kita tumbuh sehat cerdas ceria .

 

 

IMG_4988 IMG_4972 IMG_5007